Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rizki Mu Tau Dimana Diri Mu

Mungkin kau tak tau dimana rizkimu, tapi rizkimu tau dimana dirimu. Dari lautan biru, bumi dan gunung Allah memerintahkannya menujumu.
Allah menjamin rizkimu, sejak 4 bulan kau dalam kandungan ibumu...

Amatlah keliru bila rizki, dimaknai dari hasil bekerja.
Karena bekerja adalah ibadah, Ikhtiar, sedang rizki itu urusan-Nya...

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda.

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati.
Mereka lupa bahwa hakekat rizki bukan apa yang tertulis dalam angka tapi lebih dari apa yang telah dinikmati selama hidupnya.













Rizki tak selalu terletak pada pekerjaan kita Allah menaruh sekehendak-Nya.
Ibu Ismail bolak balik 7x shafa dan marwa mencari air untuk bayinya Ismail yang menangis karena haus, tapi, zamzam justru muncul dari kaki bayinya.Ismail.....

Ikhtiyar itu perbuatan, Rizki itu kejutan...

Dan jangan lupa tiap hakekat rizki akan ditanya, "Darimana dan untuk apa".
Karena rizki adalah "hak pakai". Halalnya dihisab dan Haramnya diadzab.

Maka, jangan kau iri pada rizki orang lain. Bila kau iri pada rizkinya, kau juga Harus iri pada takdir matinya...

Karena Allah membagi rizki, jodoh dan usia ummatnya tanpa bisa tertukar satu dan lainnya, walaupun anak kembar sekalipun.

Jadi bertawakkal lah, ridho dengan ketentuan Allah, sehingga apapun itu engkau akan merasa cukup dan penuh kenikmatan. Dan ingat Ikhtiar Wajib hukumnya.

*Manusia yang Kaya adalah manusia yang selalu merasa cukup dan tidak lupa bersyukur kepada Allah*

*Belajar mensyukuri nikmat yang kecil, hingga engkau terbiasa bersyukur atas nikmat yang besar*

Allah berfirman:
.........janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka,........
*( QS: .Al-An'am ayat 151 )*

*INGATLAH!!!*
Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, dari mana kita belajar ikhlas...
Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar Sabar...
Jika setiap do’a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar Ikhtiar...
Seorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada air mata..
Seorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada masa² sulit..

Biarlah Sang Penyelenggara Hidup yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita,
karena hanya Dia-lah yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang Terbaik..

Tetap semangat…Tetap sabar…Tetap tersenyum…
Karena kamu sedang kuliah di universitas kehidupan...

Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan...
Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan dan bahkan air mata...
GANTUNGKAN SEPENUHNYA HIDUP KITA KEPADA ALLAH
Janganlah kau jadikan KESUSAHAN hidup membuat kamu TAKUT
Tapi perlu disadari bahwa KETAKUTANLAH yang membuat hidup terasa SUSAH
Maka dari itu jangan pernah COBA untuk MENYERAH dan juga jangan MENYERAH untuk MENCOBA

 Ali Bin Abuthalib berkata :
*Jangan katakan kepada Allah SWT : "Saya punya MASALAH yang BESAR " Tapi katakanlah pada MASALAH : " Saya punya Allah yang MAHA BESAR"*

Allah tidak selalu mengabulkan langsung doa kita
Tapi
Allah selalu mencukupi kebutuhan kita...
Karna
Allah lebih tau
Apa yang kita mintakan dalam doa kita
atau kita inginkan belum tentu baik untuk kita
Tapi
apa yang Allah berikan untuk kita sudah pasti yang terbaik untuk kita.
Firman Allah :
.....Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagi mu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagi mu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.
(QS.Al Baqarah ayat 216)

*DAN INGATLAH Ternyata Allah TIDAK AKAN MEMBUAT UMATNYA MISKIN!!!!*
=======
Isilah titik-titik di bawah ini dan mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing ...

1. Allah menciptakan tertawa dan .....
2. Allah itu mematikan dan .....
3. Allah menciptakan laki-laki dan .....
4. Allah memberikan kekayaan dan .....

Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab:
1. Menangis ...
2. Menghidupkan ...
3. Perempuan ...

Tapi bagaimana dengan no.4 ...? Apakah Kemiskinan ...?

Untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam
surat An-Najm ayat 43-45, dan 48, sebagai berikut:

"dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (QS. An-Najm : 43).
"dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan." (QS. An-Najm : 44).
"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. " (QS. An-Najm : 45).

"dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan." (QS. An-Najm : 48).

Ternyata jawaban kita benar hanya pada no. 1-3 ... sedang jawaban untuk no. 4 keliru.
Jawaban Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an bukan Kemiskinan, tapi KECUKUPAN.

Subhanallah..
Sesungguhnya Allah Ta'ala hanya memberi Kekayaan dan Kecukupan kepada hamba-Nya.
Dan ternyata yang "menciptakan" Kemiskinan adalah diri kita sendiri.

Hal ini bisa karena ketidakadilan ekonomi, kemalasan, bisa juga
karena kemiskinan itu kita bentuk di dalam pola pikir kita sendiri.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang senantiasa bersyukur; walaupun hidup pas-pasan ia akan tetap tersenyum dan merasa cukup, bukan merasa miskin.

Jadi, marilah kita bangun rasa keberlimpahan dan kecukupan didalam hati dan pikiran kita, berhenti mengeluh, berhenti mengatakan rejeki kecil, agar kita menjadi hamba-Nya yg selalu Bersyukur.

Allah merahasiakan Masa Depan Kita,
Supaya kita...Berprasangka Baik..Berencana yang terbaik
Dan Berusaha di jalan yang baik
Lalu Berdoa,Bersyukur dan Sabar itulah yang Terbaik

*Utuk mrndapat sisi terbaik di sisi-Nya.*
*Tidak selalu melalui sisi terbaik di Dunia*

Janganlah kamu bersedih
hiburlah diri mu dengan apa-apa yang dijanjikan Allah di surga Nya kelak.......Dan kejarlah
Berbaik sangka itu lebih baik, ikhlaskan hati, ceriakan wajah serta senyumlah
Lalu lihat dan rasakan hasilnya....InsyaAllah

Apa bila kita melihat kehidupan dunia
dengan menggunakan kaca mata dunia
Pasti ada yang baik dan ada yang buruk
ada yang indah dan ada yang jelek

Akan tetapi

Jika kita memandang dunia
Dengan kaca mata Akhirat
Pastilah semua indah dan semua baik
Tidak ada yang buruk
Dan tidak ada yang tidak baik

Karna semua kehidupan dunia ini Ilmu
Karna semua kehidupan dunia ini Bait Allah
Karna semua kehidupan dunia ini
Ayat ayat Muthasabiat

Kaya biasa aja Bro and Sis Jangan Sombong
Miskin Nyantai aja jangan di dramatisir
Sehat jangan Takabur
Sakit jangan nangis
Ganteng Cantik paling lama 15 th
Jelek seumur hidup..jadi ikutin aja
Manusia sudah ada jodohnya
Manusia sudah ada Risqi nya
Nyantai aja Tidak akan tertukar

Di balik itu semua ada rencana Tuhan
Di balik itu ada Kebaikan tuk kita
Nikmati tetap semangat beribadah
Ingat Ikhtiar wajib
Terima apapun hasilnya dengan bersyukur

Semua manusia Telanjang
Semua manusia Ringkih
Semua manusia sama

Pangkat, Harta. ganteng cantik jelek sehat sakit tidak jadi ukuran
Masuk surga atau neraka.....

Saya kuat karena saya tahu kelemahan saya
Saya indah karena saya menyadari kekurangan saya
Saya takut karena saya belajar untuk mengenali, dari ilusi nyata
Saya bijaksana karena saya belajar dari kesalahan saya
Saya pecinta karena saya bisa merasa benci
dan …
Saya bisa tertawa karena Saya tahu kesedihan.


Jadilah Manusia..pelajarilah manusia ...dan manusiakanlah Manusia....karena Allah akan memuliakan anak cucuk Adam...(manusia)
Allah SWT berfirman :

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
*(QS.Al Israa ayat .70)*

Mengajak orang nenuju ke jalan kebaikan....
Masalah dia mau menuruti atau mau yakin sama yg kita ajarkan atau tidak ....setiap manusia beda dalam memperoleh hidayah- Nya..
Itu bukan urusan kita lagi...tugas kita hanya mengajak kedalam kebaikan saling ...memperingatkan bukan melaknat perbuatannya dan pendapatnya, Allah SWT berfirman:

Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya.
*(QS. Yunus ayat 99)*

Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
*(QS.Yunus ayat 100)*
Manusia yang Sombong jika melihat orang lain ..dia melihat orang lain dari atas bukit jadi kecil.... Tapi dia tidak sadar orang juga melihat dia dari bawah bukit juga kecil.
Dan Orang Sombong itu Dia lupa bahwa dia hanya dibuat dari sari pati tanah yang kita pijak2 di bumi
Wa la qad khalaqnal insaana min sulaalatim min thiin
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari sari tanah.
(QS.Al Mu'Minuum ayat.12)


*Firman Allah :*
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”
*(QS. Fathir: 29-30)*

*Jangan menunggu KAYA dulu baru BERSEDEKAH, tapi BERSEDEKAHLAH niscaya engkau menjadi KAYA*
*Jangan menunggu IKHLAS dulu baru BERSEDEKAH, tapi BERSEDEKAHLAH niscaya engkau menjadi IKHLAS*
*Jangan menunggu LAPANG dulu baru BERSEDEKAH, tapi BERSEDEKAHLAH niscaya hatimu menjadi LAPANG*
*Jangan menunggu NIKMAT dulu baru BERSEDEKAH, tapi BERSEDEKAHLAH niscaya akan bertambah NIKMAT

Seorang lelaki yang sedang dirundung kesedihan datang menemui Sayidina Ali bin Abi Tholib.ra, ia pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku.”
Sayidina Ali.ra menjawab, “Aku akan bertanya dua pertanyaan dan jawablah !”
Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah !”
“Apakah engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini?” kata Ali bin Abi Tholib.ra
“Tentu tidak” jawabnya.
“Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya saya Ali bin Abi Tholib.ra
“Tidak juga” jawabnya.
Lalu Sayidina Ali.ra berkata,
“Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?”
“Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia..
Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan….
Tersenyumlah ! karena rizkimu telah dibagi dan urusan hidupmu telah diatur….
Urusan dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di tangan Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur….”
Kemudian Sayidina Ali bin Abi tholib.ra meneruskan ungkapannya,
“Seorang mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan. Keduanya adalah nikmat jika ia sadari. Dibalik kemudahan ada rasa syukur.
Sementara Alloh berfirman,

“Alloh akan Memberi balasan kepada orang yang bersyukur.”
(QS.Ali Imran[3]: 144)

Dan dibalik kesulitan ada kesabaran. Alloh berfirman,

“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
(QS.Az-Zumar[39]: 10)

Sabar itu ada 2 sisi :
- Sisi Pertama Sabar
- Sisi Kedua.Bersyukur

Utuk mrndapat sisi terbaik di sisi-Nya.
Tidak selalu melalui sisi terbaik di Dunia

Bagi seorang mukmin, kesulitan dan kemudahan adalah ladang untuk menabung pahala dan hadiah dari Alloh SWT...

Hidup ini bisa mudah kalau dibuat mudah
Tapi
Hidup ini bisa sulit kalau dibuat sulit.

Posting Komentar untuk "Rizki Mu Tau Dimana Diri Mu"

POPULER SEPEKAN

Jangan Coba Coba Sprite dan Insto ini Efeknya
Ajian Tepuk bantal Bikin Wanita Pujaan Hati Bertekuk Lutut
Mau Dikurangi Jokowi, Ini Jadwal Libur Tahun Baru 2020
Cuti Bersama Natal, Libur Tahun Baru dan Pengganti Cuti Bersama Idul Fitri, Jadi 11 Hari
Gambar
Viral Suami Tidur di Luar, Demi Jaga Koleksi Tanaman Hias Milik Sang Istri Tercinta
Edhy Prabowo Nyatakan Mundur dari Jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan
Gambar
Ngaku Lega Usai Gorok Selingkuhan Istri hingga Tewas, Pelaku Ingin Istrinya Juga Dipenjara
Alasan Mengharukan di Balik Wisuda Online Mahasiswa IAIN Purwokerto di Makam Ayah