Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tak Ada Pilihan Lain Prdagang Ini Pilih Dipenjara Karena Tak Mampu Bayar Denda PPKM Darurat

Sebanyak 9 pelanggar PPKM Darurat dari total 10 pelanggar mengikuti sidang tipiring (tindak pidana ringan) di Posko Sidang Tipiring Kota Tasikmalaya samping Taman Kota, Selasa (13/7) siang ini.Para pelanggar terjaring razia yustisi yang dilakukan oleh petugas gabungan Kota Tasikmalaya, Jabar.

Sidang tipiring ini digelar oleh 3 petugas dari Pengadilan Negeri (PN) Kota Tasikmalaya yang terdiri dari hakim, panitera dan penyidik serta kejaksaan secara daring.

Dari pantauan di lokasi, dari 9 yang terbukti melanggar protokol kesehatan, 1 orang pelanggar justru memilih untuk menjalani kurungan penjara lantaran mengaku tidak memiliki uang untuk membayar denda yang sudah ditetapkan saat proses sidang tipiring.

Pria tersebut bernama Acep Lutvi Suparman (23), pengelola sebuah kafe yang terjaring Satgas COVID-19 pada Rabu malam (7/7) lalu pukul 20.30 WIB saat melayani pembeli di masa PPKM Darurat.

Pengelola kafe itu memilih kurungan penjara 3 hari daripada membayar denda Rp 5 juta. Sebab, menurutnya, denda Rp 5 juta dirasa terlalu berat di masa pandemi ini.

“Ya mau bagaimana lagi. Saya memang salah. Waktu itu melayani pembeli yang makan di tempat dan buka melebihi pukul 20.00 WIB. Saya sempat melakukan take away 3 hari. Tapi sepi pembeli,” kata Acep kepada kumparan saat ditemui usai sidang.

Ia mengatakan, pembeli yang ia layani saat itu merupakan pelanggan dekatnya. Namun ia mengakui kesalahannya sehingga menerima hukuman kurungan yang dijatuhkan.

Menurutnya, dia juga terhimpit oleh situasi karena selama melayani take away dan delivery order saja pendapatannya jauh dari cukup.

“Saya lebih memilih kurungan karena bagi saya uang Rp 5 juta bukan uang sedikit, Pak. Pendapatan saya saja sehari mustahil dapat segitu, Pak. Makanya saya lebih memilih kurungan. Karena kurungan juga bukan pidana kejahatan. Ya bagaimana lagi, mau bayar saya tak ada uangnya, Pak,” ucap Acep kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Tasik.

Ahmad Sidiq selaku JPU saat itu mengaku kaget dengan keputusan Acep. Ia sampai sempat memberikan Acep waktu dua minggu untuk memikirkan kembali keputusan tersebut, namun Acep tetap kukuh.

“Ya tadi memang pemilik kafe itu memilih kurungan 3 hari. Sudah saya panggil 2 kali agar memikirkan kembali keputusan itu dan diberi waktu 2 minggu untuk membayarnya. Tapi ya dia mengambil itu keputusannya,” kata dia.

Ahmad Sidiq menjelaskan, setelah pengusaha kafe itu kukuh memilih kurungan penjara maka pihaknya akan memasukkan dia ke penjara mulai hari ini.

“Nanti akan dikurung antara di Lapas Tasikmalaya atau di Polsek Indihiang,” pungkas dia.

Sorce:kuparan

Posting Komentar untuk "Tak Ada Pilihan Lain Prdagang Ini Pilih Dipenjara Karena Tak Mampu Bayar Denda PPKM Darurat"

POPULER SEPEKAN

Mengapa Faktor Ekonomi Dianggap Sebagai Penyebab Utama Meningkatnya Angka Putus Sekolah
Ajian Tepuk bantal Bikin Wanita Pujaan Hati Bertekuk Lutut
Nikahi Dua Wanita Sekaligus, Pria Ini Kini Bingung Karena Tak Punya Pekerjaan Tetap
Viral ! Satpam ini Menguji Alat Rapit test Antigen Dengan Air Keran Hasilnya Positif
Uang koin Rp 500 bergambar bunga Melati dijual di Olshop Rp.500 Juta
Lagi Viral, Ditengah Pandemi Covid-19 Pria Ini Menikahi 2 Wanita Sekaligus
Toyota Innova Ambulans Digendong Truk Digrebek Petugas, Isinya Bikin Kaget
Bocah Tidur Berselimut Karung Bekas di Emperan Mini Market Viral
Toyota Fortuner Dicoret-coret, Jadi Sarana Curhat Pemilik, Imbas PPKM
Makalah Ojt Alfamart Sebagai Crew