Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Banyak Sepanduk Penolakan FPI di Wilayah Cilacap Barat

Spanduk bernada penolakan terhadap FPI mendadak viral di media sosial. Belakangan diketahui, spanduk itu terpasang terutama di Cilacap barat, Jawa Tengah. Spanduk itu setidaknya terpantau di Kecamatan Majenang, Cipari, dan Cimanggu.

Salah satu spanduk yang terpasang di simpang tiga Cigaru, Majenang, berbunyi 'Awas Bahaya Laten FPI', spanduk lainnya, di Cimanggu bertuliskan 'Indonesia Damai Tanpa FPI'.

Di tempat lainnya, ada pula spanduk bertuliskan 'FPI NO!!! INDONESIA YESS!'. Meski bertuliskan kalimat berbeda, tetapi maksudnya sama, yakni penolakan FPI.

Spanduk itu mulai bermunculan sejak awal tahun, seturut terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Pembubaran FPI. Hingga Minggu (4/1/2020), sejumlah spanduk tersebut masih terpasang.

Tokoh Agama di Majenang, H Muhamad Murtadlo mengatakan spanduk itu muncul dua hari terakhir ini. Tak hanya di Majenang, spanduk senada bermunculan di kecamatan-kecamatan lainnya.

“Spanduk itu sebenarnya mungkin wujud dukungan adanya SKB menteri yang membubarkan Ormas FPI,” kata Murtadlo.

Kata Murtadlo, spanduk itu juga merupakan dorongan agar kepolisian menindak tegas jika masih ada kegiatan yang mengatasnamakan FPI.

Di Kabupaten Cilacap, FPI eksis dan sempat beraktivitas. Akan tetapi, ia menyebut kegiatan FPI di wilayah Cilacap barat, terutama Majenang, justru didominasi oleh anggota atau simpatisan FPI yang berasal dari Jawa Barat.

“Kalau yang di Majenang itu sedikit. Bahkan nyaris sudah tidak ada, paling hanya dua tiga orang. Kebanyakan dari luar daerah,” ucapnya.

Terlepas dari pro dan kontra pembubaran ini, Murtadlo berpendapat, mestinya seluruh elemen masyarakat mendukung keputusan tersebut.

Warga Padangsari, Maslan Durori bilang spanduk penolakan FPI itu semakin masif hari ini. Hanya dari Majenang ke Cimanggu saja, kata dia, ia melihat setidaknya ada tiga spanduk bernada sama.

“Kalau yang memasang, saya tidak paham. Tapi memang nadanya sama, menolak FPI,” ujar Maslan.

Maslan mengakui ada pro-kontra soal pembubaran FPI ini. Sebagian besar masyarakat memang mendukung pembubaran FPI. Namun, tak tertutup kemungkinan pula masih ada yang mendukung FPI. Karenanya, dia berharap agar semuanya bisa menahan diri.

“Harapanya tidak ada apa-apa. Yang terpenting damai,” ucapnya.

Pegiat salah satu komunitas sipil di Majenang, Imam Hamidi mengatakan, pemasangan spanduk tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan bahwa organisasi FPI dan kegiatannya telah dilarang.

Sebab, tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang tak mengetahui informasi ini, lantaran berada di pedesaan. Ia juga menampik spanduk tersebut bernada provokatif.

“Bukan tindakan provokatif tapi sebagai media pendukung SKB atau pengingat pada semua elemen masyarakat yg mgkn tdk sempat mengikuti berita dan gaptek atau tidak punya hape,” ujarnya.

Sumber:liputan6.com

Posting Komentar untuk "Banyak Sepanduk Penolakan FPI di Wilayah Cilacap Barat"

POPULER SEPEKAN

Tepat 19 tahun lalu, 16 Januari 2002, Garuda Indonesia GA421 Mendarat di Sungai Bengawan Solo
TKW Asal Cilacap Tewas Terjatuh saat Bersihkan Jendela Apartemen Majikannya
Ajian Tepuk bantal Bikin Wanita Pujaan Hati Bertekuk Lutut
Ramalkan Presiden Jokowi Lengser 2021 Mbak You Terancam Dipolisikan
Gunung Semeru Meletus, Hujan Abu hingga Potensi Banjir Lahar Dingin
Cara Dapat BLT PKH Lanisa,Ibu Hamil dan Anak Usia Dini Senilai Rp 3 Juta
Media sosial Twitter sedang dihebohkan dengan pemberitaan Kristen Gray di Bali
Petugas Pintu Air di Semarang Temukan Bayi Kembar Dibungkus Tas Belanja Minimarket
Gambar
Anak Tega Gugat Ayah Kandung Senilai 3M Gara-Gara Warisan