Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Minimarket Berbasis Islam Ramai Memboikot Produk Prancis


Sejumlah minimarket berbasis syariah di berbagai lokasi mulai memboikot produk yang diketahui bermerek dagang asal Prancis. Foto-foto dan videonya pun mulai ramai beredar di media sosial.

Akun Instagram @akhwat_riau_backup, misalnya, mengunggah video yang menampilkan seorang pegawai minimarket yang berada di Keputih Timur Jaya Nomor 8-8A.

Minimarket tersebut merupakan bagian usaha dari Koperasi Pondok Pesantren Hidayatullah di Surabaya Timur.

Dalam video tersebut, si pegawai mengeluarkan berbagai produk dari rak pajang, mulai dari susu bubuk hingga sampo. Barang-barang itu ditumpuk ke dalam keranjang.

Video lainnya dibagikan akun @devina_jasmine_wijaya, yang menampilkan dua orang pegawai minimarket pribumi muslim Basmalah,

“Jaringan Mini Market Pribumi (Muslim) : BASMALAH, milik SIDOGIRI CORP, serentak di semua jaringannya di Jawa Timur boikot produk Prancis & dibersihkan dari rak-rak penjualan,” tulis akun tersebut dalam keterangan unggahan.

Dalam sebuah surat yang disampaikan oleh grup minimarket, disebutkan bahwa produk Prancis dipindahkan dari rak pajang ke gudang, disimpan di dalam gudang, dan tidak menampilkan atribut Prancis di toko.

Kata Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga ikut mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina umat Islam.

Jokowi menyampaikan hal itu usai bertemu dengan para tokoh agama di Indonesia yang berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) serta Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Agama Fachrul Razi.

Jokowi menilai bahwa kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan, kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.

“Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme sebuah kesalahan besar. Terorisme adalah terorisme. Teroris adalah teroris. Terorisme tidak ada hubungan dengan agama apa pun,” ujar Jokowi.

Pada Kamis (29/10), penyerang bersenjata pisau menewaskan dua orang dan melukai sejumlah orang lainnya di satu gereja di Kota Nice, Prancis.

Pelaku mengaku ingin membalas pemenggalan guru Sejarah dan Geografi Samuel Paty (47) pada 16 Oktober 2020 di Eragny yang dipenggal oleh pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18), karena Paty menunjukkan kartun nabi Muhammad.

Namun Presiden Emmanuel Macron berpendapat bahwa Paty hanya mengajarkan kebebasan berekspresi dan berpendapat pada para siswanya.

Emmanuel Macron juga mengeluarkan kata-kata soal Islam yang menyinggung umat Muslim.

Macron menyebut “Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis saat ini, di seluruh dunia”

Menurut Macron, pemenggalan guru sejarah tersebut merupakan serangan teroris Islam. Macron juga menuduh Muslim bersikap separatis.

Hal inilah yang membuat sejumlah negara Islam di dunia mengecam pernyataan Presiden Prancis itu. Muncul juga kampanye untuk memboikot produk asal Prancis.

Sumber: indozone.id

Posting Komentar untuk "Minimarket Berbasis Islam Ramai Memboikot Produk Prancis"

POPULER SEPEKAN

Jangan Coba Coba Sprite dan Insto ini Efeknya
Ajian Tepuk bantal Bikin Wanita Pujaan Hati Bertekuk Lutut
Mau Dikurangi Jokowi, Ini Jadwal Libur Tahun Baru 2020
Cuti Bersama Natal, Libur Tahun Baru dan Pengganti Cuti Bersama Idul Fitri, Jadi 11 Hari
Gambar
Viral Suami Tidur di Luar, Demi Jaga Koleksi Tanaman Hias Milik Sang Istri Tercinta
Ngaku Lega Usai Gorok Selingkuhan Istri hingga Tewas, Pelaku Ingin Istrinya Juga Dipenjara
Edhy Prabowo Nyatakan Mundur dari Jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan
Gambar
Alasan Mengharukan di Balik Wisuda Online Mahasiswa IAIN Purwokerto di Makam Ayah