Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tugas (IPA) Tumbuhan Yang Berkembang Biak Dengan Spora

Tumbuhan Yang Berkembang Biak Dengan Spora

Spora adalah satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang terbungkus oleh lapisan pelindung. Sel ini dorman dan hanya tumbuh pada lingkungan yang memenuhi persyaratan tertentu, yang khas bagi setiap spesies.

Berikut ini Contoh tumbuhan Yang Berkembang biak dengan Sepora :


1. LUMUT.


lumut 











Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati. Kelompok tumbuhan ini juga belum memiliki pembuluh sejati. Alih-alih akar, organ penyerap haranya adalah rizoid (harafiah: "serupa akar"). Daun tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya. 


2. TUMBUHAN PAKU.


tumbuhan paku 

Tumbuhan paku, paku-pakuan, atau pakis-pakisan adalah sekelompok tumbuhan dengan sistem pembuluh sejati (Tracheophyta) tetapi tidak pernah menghasilkan biji untuk reproduksi seksualnya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini melepaskan spora sebagai alat penyebarluasan dan perbanyakannya, menyerupai kelompok organisme seperti lumut dan fungi.

Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan lautan, dengan kecenderungan ditemukan tumbuh di tempat-tempat yang tidak subur untuk pertanian. Total spesies yang diketahui sekitar 12.000[2], dengan perkiraan 1.300[3] sampai 3000 lebih[4] spesies di antaranya tumbuh di kawasan Malesia (yang mencakup Indonesia). 


3. JAMUR.

Jamur 









 


Jamur atau cendawan adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof.[1] Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler.[1] Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa.[1] Hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium.[1] Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada juga dengan cara generatif.[1] Jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya untuk memperoleh makanannya.[2] Setelah itu, menyimpannya dalam bentuk glikogen.[2] Jamur merupakan konsumen, maka dari itu jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya.[2] Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya.[2] Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.[2]

Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme.[2] Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya.[2] Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.[2] Jamur berhabitat pada bermacam-macam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme.[2] Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air.[2] Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.[2] Jamur dibedakan menjadi 4 divisio, yaitu Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota. Beberapa jamur dari genus Psilocybe terkenal dapat menyebabkan halusinasi dan sekarang dilarang di Indonesia.


4. RANE.


rane 












(Paku) Rane (Selaginella) adalah marga sekelompok tumbuhan berpembuluh yang merupakan satu-satunya anggota suku Selaginellaceae. Tumbuhan ini berkembang biak dengan spora bebas sehingga dianggap sebagai bagian dari tumbuhan paku (Pteridophyta), meskipun sekarang cenderung untuk dipisahkan dalam kelompok tersendiri bersama-sama paku kawat, kumpai, dan paku rantai (Lycopodiales) serta Isoetes dalam satu divisio tersendiri, Lycopodiophyta.

Rane memiliki ciri daun kecil dan sederhana (disebut mikrofil) yang menyerupai sisik pipih dan duduk (tidak bertangkai), serta heterosporik (menghasilkan dua tipe spora yang berbeda ukurannya). Pertumbuhan cabang dan daunnya tidak berupa gulungan membuka seperti paku sejati, sehingga memang sebenarnya rane dan kumpai bukanlah tumbuhan paku.


5. TUMBUHAN PAKU AIR.

 TUMBUHAN PAKU AIR




Tumbuhan Paku air merupakan nama sekelompok paku-pakuan berukuran kecil yang termasuk dalam bangsa Salviniales (dulu dinamakan Hydropteridales) yang kesemuanya hidup berasosiasi dengan air, baik mengapung atau tumbuh di tempat tergenang. Namun, paku laut (Acrostichum aureum) dan paku rawa tidak termasuk bangsa ini walaupun hidup di air.

Ordo ini terdiri dari dua suku: Marsileaceae (paku air berakar) dan Salviniaceae (paku air mengapung). Semua paku air bersifat heterospor: menghasilkan dua macam spora yang berbeda ukuran dan kelaminnya.

Contoh spesies yang termasuk di dalamnya:
  •     Semanggi (Marsilea spp.)
  •     Kiambang (Salvinia spp.)
  •     Azolla (Azolla spp.)


Sumber : Google.com

Posting Komentar untuk "Tugas (IPA) Tumbuhan Yang Berkembang Biak Dengan Spora"

POPULER SEPEKAN

Mengaku Akan Segera Menikah Pasangan Asal Sidareja Keciduk Sedang Ngamar di Krapyak
Ajian Tepuk bantal Bikin Wanita Pujaan Hati Bertekuk Lutut
Ngamar di Krapayak Di Siang Bolong Wisatawan Asal Cilacap Terciduk
Sekeluarga Mudik Jalan Kaki Usai Kena PHK, Gendong 2 Anak Susuri Jalan Kebumen hingga Bandung
Pemudik di Terminal Kalideres Meningkat Jelang Larangan Mudik 6 Mei -17 Mei 2021
Jangan Coba Coba Sprite dan Insto ini Efeknya
Gambar
Cara Hack Acount Instagram 100%work
Gambar
Gaji karyawan Alfamart 2019 Crew dan Acos di Daerah Perkampungan